welcome

Sunday, January 28, 2018

Cerpen: Drug



Drug
Oleh : Aufklarung Nugroho

           
Disebuah kamar berukuran dua kali dua, terlihat Toni sedang terkapar. Wajahnya pucat dan ia terlihat lemah tak berdaya. Sebentar-sebentar ia merubah posisinya dengan tengkurap, terlentang, dan memiringkan tubuhnya yang terbaring diatas tempat tidur. Sesekali ia merintih saat menggerakkan tubuhnya itu.
Beberapa menit ia terdiam dengan tatapan kosong, lalu ia mengamati setiap sudut kamar kosnya. Tatapannya terhenti pada sebuah ponsel yang terletak diatas meja sebelah kanan posisinya saat ini. Perlahan ia mencoba meraih ponsel tersebut, tapi jangkauan tangannya tidak sampai. Dengan sekuat tenaga ia sedikit menggeser tubuhnya yang terlentang untuk dapat meraih ponsel itu.
Saat ponsel itu sudah berada digenggaman tangannya. Ia kembali terdiam beberapa menit. Termenung sembari menatap layar ponsel berukuran 5 inci tanpa keypad, kemudian membentukkan sebuah pola pada layar ponsel tersebut untuk membuka kuncinya. Setelah kunci layar ponsel itu terbuka, jempolnya memencet sebuah icon bergambar gagang telepon. Ia mencoba mencari sebuah nama dalam daftar buku teleponnya. Lalu tiba-tiba termenung lagi.
“Minta tolong sama siapa ya? Susah nih punya temen sedikit”, gumamnya lirih.
Jempol Toni bergerak-gerak keatas dan akhirnya terhenti pada sebuah nama.
“Ah iya, minta tolong Joni aja. Diakan orangnya baik, pasti mau bantu”, jempol Toni memencet sebuah icon bergambar telepon berwarna hijau, kemudian muncul sebuah tulisan sedang menghubungkan dari layar ponselnya.
*****
Ditempat yang berbeda, Joni sedang mengendarai motor kesayangannya. Motor Honda S90Z keluaran tahun tujuh puluhan warisan dari sang kakek. Sembari mendengarkan musik rock n roll yang melantun dari earphone ditelinganya, ia mengangguk-anggukan kepala. Saat sedang asik menikmati, tiba-tiba musik yang ia dengarkan berhenti dan berganti dengan nada dering panggilan masuk.
“Siapa sih yang telpon? Ganggu aja!”, Gerutu Joni sembari perlahan mengurangi laju kendaraannya dan berhenti disebelah kiri jalan yang sepi. Lalu ia meraih ponsel dari dalam saku kemejanya. Layar ponsel Joni menunjukan sebuah nomer yang tidak dikenal.
“Halo!Siapa ya? Ada yang bisa dibanting? Eh.., maksud saya dibantu?”, katanya dengan sedikit ketus menerima panggilan telepon tersebut.
“Halo Jon, ini aku, Toni temen OSPEK dulu”, Kata Toni dari balik telepon dengan sedikit gugup.
“Oh kamu bro, ada apa? Tumben-tumbenan nih telepon?”, Kata Joni sembari mematikan mesin motornya.
“Begini Jon, gimana ya ngomongnya? Duh..”, Kata Toni semakin gugup.
“Udah ngomong aja, gak usah sungkan bro”
“Begini Jon, Aku mau minta tolong”
“Minta tolong apa bro?”
Toni terdiam sejenak.
“Halo? Minta tolong apa Ton?”, Joni mengulang pertanyaannya.
“Begini Jon, Nganu, Aku minta tolong cariin Drug”, kata Toni dengan sedikit berbisik di kata terakhir.
Mendengar itu, Joni sedikit terkejut dan spontan berkata, “Astaghfirullah”.
“Eh..., Kenapa Jon”, Kata Toni tak kalah kaget mendengar Joni Istighfar.
“Eling Ton, dosa!”, kata Joni.
“Kok dosa sih?”, Kata Toni sedikit bingung.
“Dosa Ton!, kamu juga bisa ditangkap Polisi nanti!”
“Hah? Kok bisa sampai Polisi segala sih Jon?”, Toni semakin bingung.
“Iya bro! Bisa di buru BNN juga nanti!”
“Hah? BNN? Badan Narkotika Nasional maksudmu?”
“Iya bro!!!”
Astagfirullah..., bukan drug yang itu maksudku Joni, aduh.”, Kata Toni sembari mengusap peluh dingin yang keluar dari pori-pori kulitnya.
Drug itu narkobakan bro?”
“Duh.., aku tuh minta tolong cariin drug, obat diare Jon, Aku lemes ini tidak bisa kemana-mana”, kata Toni sembari terburu-buru lari menuju WC.
“Oalah..., bilang dong bro kalau minta tolong dicarikan obat diare, jangan Cuma ngomong drug, Kan gak jelas. Tak kirakan narkoba! Yaudah tunggu bro, aku o...”
Tut tut tut
“Kok dimatiin sih?!”, Kata Joni sewot sembari menatap layar ponselnya.

“Yah..., Hpku kecemplung ember. Tidakkkkk...!”, Teriak Toni.
*****



#OneDayOnePost #ODOPBatch5

2 comments:

Cerpen: Jiwaku untuk kejiwaan Mereka

“Jiwaku untuk kejiwaan Mereka” Oleh : Aufklarung Nugroho             “Hey..., Apa yang kamu lakukan diatas sana? Turunlah!”       ...